AC Milan merupakan salah satu klub tersukses di jagad sepakbola. Status itu tak lepas dari peran besar para talenta luar biasa yang pernah bermain untuk mereka.

Dari dahulu hingga sekarang, banyak pemain hebat di kubu merah-hitam kota Milan, tapi hanya beberapa yang pantas disebut legenda.

berikut ini kami sajkan 10 legenda pemain ac milan, mungkin masih ada yang luput dari tulisan ini, oleh karena itu kami mengajak anda sekalian untuk berkomentar dan berdiskusi guna memberi masukan:

10.Cesare Maldini

maldini passing

Berikut ini sepuluh pemain paling legendaris dalam sejarah Milan.
Cesare adalah perintis dinasti Maldini di Milan.

Dia bergabung dengan AC Milan dari Triestina pada 1954 silam.

Tahukah Anda? Cesare juga seorang pemain belakang.

Berkat Cesare pula, AC Milan mendapatkan kapten terhebat sepanjang masanya, Paolo Maldini.

9.Kaka

kaka

Kaka mendarat di Milan dari Sao Paulo pada 2003 dengan biaya transfer sebesar 8,5 juta Euro.

Tak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan tempat di starting line-up dan ‘melempar’ si jenius Manuel Rui Costa ke bangku cadangan.

Kaka telah memberi kontribusi besar selama 2003 hingga 2009.

Dia adalah inspirator Milan ketika menjuarai Liga Champions 2006-2007 sebagai top scorer turnamen sekaligus best player.

Pada 2009, Kaka meninggalkan San Siro menuju Santiago Bernabeu dengan transfer senilai 65 juta Euro.

Banyak pihak mengharap Kaka bisa menjadi kapten Milan, tapi dia ingin bermain untuk Real Madrid, dan harapannya terkabulkan.

8.Van Basten

Van Basten adalah salah satu pemain hebat yang pernah ada.

Pada Maret 2007, Sky Sports menempatkan Van Basten di posisi teratas dalam daftar pesepakbola terbaik dengan karier singkat.

Cedera memang menghancurkan sang legenda Belanda, tapi dia telah menunjukkan kepada dunia sebuah permainan yang luar biasa.

7.Gunnar Nordahl

Nordahl dianggap sebagai pemain terbaik dalam sejarah persepakbolaan Swedia.

Namun yang membuat Nordahl masuk daftar legenda Milan bukanlah itu, akan tetapi karena rekor golnya untuk Milan yang hingga kini belum terpecahkan.

Dia masih menyandang status top scorer abadi Milan dengan 221 gol dalam 268 penampilan (1949-1956). Torehan yang luar biasa!

Dia juga, sampai sekarang, masih tercatat sebagai pemain tersubur kedua sepanjang sejarah Serie A dengan 225 gol, 210 bersama Milan dan 15 bersama Roma, setingkat di bawah Silvio Piola (274 gol).

6.Mauro Tassotti

assotti bermain selama 17 tahun untuk Milan.

Selama periode 1980-1997, bek sayap yang sangat hebat dalam menjelajah sektor kanan lapangan itu telah ikut membantu Milan memenangi sederet trofi bergengsi.

Tiga trofi European Cup/Liga Champions, tiga Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental, lima Scudetto Serie A dan empat mahkota Supercoppa Italiana merupakan sumbangsih Tassotti untuk Milan.

Tasssotti membukukan total 583 penampilan dan 10 gol bersama Milan.

5.Andriy Shevchenko

Salah satu mesin gol terbaik yang pernah ada. Pria yang menempati urutan kedua dalam daftar top scorer sepanjang masa Milan.

Sheva dikenal karena kemampuan finishing-nya yang luar biasa.

Dia mengukir 175 gol dalam 322 penampilannya untuk Milan.

Legenda Ukraina eksekutor penalti penentu kemenangan atas Juventus di final Liga Champions 2003 itu menghiasi kariernya di Milan dengan sejumlah penghargaan individual, dan yang paling bergengsi adalah Ballon d’Or 2004.

4.Alessandro Costacurta

Costacurta adalah bek sentral tangguh dan merupakan salah satu jebolan terbaik akademi Milan.

Bersama Baresi, Tassotti dan Maldini, Costacurta menciptakan barisan pertahanan terhebat di Serie A serta Eropa selama era 1990-an.

Dia memperkuat Milan dari 1986 hingga 2007 dan turut memenangi tujuh Scudetto.

19 Mei 2007 adalah penampilan terakhirnya di San Siro ketika Milan dikalahkan Udinese 2-3. Dia mencetak satu gol dari titik putih. Dia ditarik keluar pada penghujung laga dan mendapatkan standing ovation dari para tifosi setia Milan.

3.Gianni Rivera

Rivera dijuluki the Golden Boy persepakbolaan Italia.

Dia memperkuat Milan sejak 1960 sampai 1979 dan mencetak total 164 gol dalam 658 penampilan.

Gelandang kelahiran Alessandria itu merupakan salah satu peraih Ballon d’Or sebagai pemain Milan, yaitu ketika dia memenanginya pada 1969 silam.

Tiga gelar Serie A dan dua European Cup ikut disumbangkannya untuk sang raksasa Italia.

2.Franco Baresi

Baresi adalah salah satu bek terbaik dalam sejarah.

Dia merupakan tembok baja di lini pertahanan Milan dan timnas Italia selama hampir lebih dari dua dekade.

Baresi sempat diajak Giuseppe, saudaranya yang kemudian menjadi legenda Inter Milan dan kini menjabat asisten pelatih sang rival sekota, untuk menjalani trial di Inter, tapi dia ditolak. Baresi tidak menyerah dan menjajal ‘adu nasib’ ke tim primavera Milan. Dia diterima, lalu berhasil menciptakan legendanya sendiri.

Selama 1977 hingga 1997, Baresi mencatatkan total 719 penampilan serta 33 gol bersama Milan, dan telah memenangi segalanya.

1.Paolo Maldini

Salah satu pemain paling loyal dalam sejarah Milan. Dianggap sebagai pemimpin paling hebat oleh para koleganya sesama pesepakbola, dan itu membuat dia mendapatkan julukan Il Capitano.

Dia adalah pemain dengan masa pengabdian terlama di Milan, yaitu 24 tahun dan 132 hari (dari 20 Januari 1985 sampai 31 Mei 2009).

Dia adalah pria yang membukukan penampilan terbanyak untuk Milan, yaitu 902.

Dia adalah pemenang tujuh Scudetto, satu Coppa Italia, lima Supercoppa Italiana, lima European Cup/Liga Champions, lima Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dia adalah Paolo Maldini, simbol, legenda Milan, dan salah satu bek terbaik yang pernah ada.

Alex Stepney: Alex Stepney mencatatkan namanya dalam sejarah Manchester United setelah berjasa membawa United menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya tahun 1968 di Wembley.

Tony Dunner:

tony-dunne_215895k

Tony Dunne adalah pahlawan United yang sering dilupakan. Ia adalah bagian penting dari tim hebat Sir Matt Busby tahun 60-an, dan salah satu full-back terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Dunne dibeli oleh Matt Busby tahun 1960 dari Shelbourne sebagai cadangan untuk Noel Cantwell dan Shay Brennan.

Kesempatannya datang ketika ditugaskan menggantikan Brennan pada pertandingan final Piala FA 1963 melawan Leicester City. Ia tampil meyakinkan, United menang, dan Dunne mendapat tempat utama di starting lineup United sejak saat itu; ia hanya tidak diturunkan 6 kali sepanjang 4 musim berikutnya.

Denis Irwin:

denis-irwin

Denis Irwin memulai karirnya sebagai trainee di klub Leeds United. Ia dibeli United tahun 1990 dari Oldham City senilai £625.000 setelah tampil mengesankan melawan United di pertandingan semifinal Piala FA musim sebelumnya. Pada musim pertamanya ia membantu United memenangkan Piala Winners 1991 di Rotterdam, Belanda.

Joe Spence:

Joe Spence Adalah Striker kelahiran Throckley, Northumberland. Ia memulai karir sebagai pemain yunior di Blucher Juniors dan Throckley Celtic, dimana ia membuat rekor fantastis mencetak 42 dari keseluruhan 49 gol yang dicetak timnya selama 1 musim. Menginjak usia 13 tahun ia bekerja sebagai pekerja tambang. Pada usia 17 tahun ia sudah harus turun dalam Perang Dunia I, ditempatkan sebagai operator senapan mesin.

Arthur Albiston:

Arthur Albiston mulai bergabung dengan United Juli 1972 sebagai trainee. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama 2 tahun kemudian, melakukan debutnya di Old Trafford 9 Oktober 1974 pada pertandingan Piala Liga melawan Manchester City. Ia melakukan debutnya di Liga Inggris 6 hari berikutnya, tapi Albiston harus menunggu sampai musim 1976/77 untuk mendapat tempat secara reguler di tim inti.

Roy Keane:

Roy Keane adalah salah satu dari sedikit pemain yang benar2 berhasil mewujudkan semangat membara yang dilambangkan Manchester United, di dalam dan di luar lapangan. Sir Alex Ferguson menyebutnya sebagai pemain terbaik yang pernah bekerja dengannya. Ia adalah tipe pemain tengah yang lengkap, pemimpin ideal United, dengan kualitas passing, tackling, kreativitas, posisional, dan stamina yang tak ada habisnya. Pemandangan Roy Keane memimpin dan menjaga seluruh jengkal wilayah United identik dengan Manchester United era 90-an. Ia juga tidak pernah ragu untuk mengungkapkan pendapatnya, terutama bila rekan2nya tidak menunjukkan performa setinggi yang diharapkannya. Ia memimpin United memenangkan 7 kejuaraan Liga Inggris, 1 Piala Champions, 1 Piala Inter-Continental, 1 Piala Super Eropa, 4 Piala FA, dan 4 Community Shield.

Brian McClair:

Brian McClair mencatatkan dirinya dalam sejarah Manchester United ketika menjadi orang pertama sejak George Best yang berhasil mencetak 20 gol dalam 1 musim. Tidak heran United selalu gagal memenangkan gelar apapun selama 20 tahun sebelum McClair datang.

George Best:

George Best akan selalu dikenang fans United sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah bermain di Old Trafford. Ini dibuktikan dengan applause luar biasa yang diberikan pada pertandingan memperingati kematiannya tahun 2005 melawan West Ham United. Dia pasti bangga akan permainan anak2 United saat itu, terlebih karena gol kemenangan United dicetak oleh rekan senegaranya, John O’Shea. Berita Bola Terbaru

Mark Hughes:

Mark Hughes, lahir di Wrexham 1 November 1963, pertama kali bergabung dengan Manchester United Maret 1978 pada usia 14 tahun. Pada saat itu ia bermain sebagai gelandang. Adalah jasa pelatih akademi Syd Owen yang melihat potensi Mark sebagai penyerang dan memindahkannya ke posisi tersebut sehingga menjadi salah satu pencetak gol terhebat sepanjang sejarah United.

Bryan Robson:

Bryan Robson Adalah salah satu pemain terhebat di lapangan tengah united. Ia mampu menyesuaikan diri dengan cepat, menggantikan mentornya Ray Wilkins sebagai kapten United. Selain itu Robson adalah seorang motivator handal, memiliki stamina -yang sepertinya- tidak terbatas, kreativitas tinggi, tackling sempurna, kecepatan, tembakan keras, dan bagus di udara. Pada masa jayanya ia adalah pemain paling lengkap yang dimiliki United.

Martin Buchan:

Martin Buchan mengawali karirnya sebagai pemain profesional di klub Aberdeen bulan Agustus 1966. Pada usia 20 tahun ia telah ditunjuk menjadi kapten “The Dons dan memimpin mereka menjuarai Scottish Cup 1970, menjadi pemain termuda yang pernah melakukan hal itu. Prestasinya menarik perhatian banyak klub2 di daratan Inggris, namun ia memilih bergabung dengan Manchester United tanggal 29 Februari 1972 dengan transfer senilai £125.000 setelah menolak tawaran Liverpool dan Leeds United.

Jack Silcock:

Jack Silcock adalah salah satu pemain United paling loyal dan dapat diandalkan selama 15 tahun antara Perang Dunia I dan II. Pada masa itu jarang orang yang berprofesi sebagai pemain bola profesional, demikian pula Jack yang pertama kali bekerja sebagai pekerja tambang di Aspull Colliery. Bakat full back kelahiran Wigan ini pertama kali dilihat oleh kesebelasan lokal Aspull Juniors, namun ia mengawali karirnya sebagai pesepakbola profesionalnya di klub Atherton. Tahun 1916 aksi Jack mendapat perhatian dari manajer United saat itu John Robson. Jack bergabung dengan United sebagai pemain amatir pada usia 18 tahun, menjadi pemain profesional tahun berikutnya.

Gary Palliester:

Gary Pallister merupakan bek tengah yang mempunyai Kecepatan, skill tinggi, dan kemampuan menangani bola2 atas. meskipun skarang ia menjadi komentator pertandingan bola, ia akan selalu dikenang sebagai bek tengah hebat, fans United tidak akan pernah melupakan 2 gol sundulan kepalanya ke gawang Liverpool di Anfield yang menentukan gelar juara Liga Inggris 1997 jatuh ke tangan United.

Jack Rowley :

Jack Rowley adalah bagian dari tim hebat pertama yang dibentuk Sir Matt Busby. Ia dijuluki “The Gunner” karena memiliki tendangan kaki kiri mematikan. Bersama saudara kandungnya Arthur Rowley, ia adalah striker paling ditakuti di dataran Inggris saat itu, mempunyai kualitas sama baiknya di darat maupun di udara.

Ryan Giggs:

Ryan Giggs (lahir dengan nama Ryan Joseph Giggs – lahir di Cardiff, Wales, Inggris, 29 Desember 1973; umur 36 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Wales. Ia merupakan salah satu pemain sayap terbaik sepanjang sejarah dan juga dikenal karena loyalitas di Manchester United.

Sir Bobby Charlton:

Sir Bobby Charlton Merupakan keponakan dari penyerang legendaris Newcastle United Jackie Milburn. Ia bergabung dengan Manchester United. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan United pada Oktober 1954 dalam usia 17 tahun. Sejak bermain di tim junior MU ia telah menunjukkan keistimewaannya dengan memenangkan FA Youth Cup 3 kali berturut2 tahun 1954, 1955, dan 1956.

Bill Foulkes:

Bill Foulkes Adalah Seorang stopper tradisional yang amat menyukai pertarungan dengan penyerang lawan, Bill Foulkes hanya tertinggal dari Ryan Giggs dan Sir Bobby Charlton sebagai pemegang rekor penampilan terbanyak bagi Manchester United. Selama 18 tahun karirnya bersama Setan Merah ia menjadi tonggak pertahanan tangguh United, sedemikian pentingnya sehingga selama hampir 2 dekade Sir Matt Busby amat jarang menaruhnya di bangku cadangan.

Paul Scholes:

Paul Scholes Adalah geladang yang pendiam. Ia berada di posisi ke-4 dalam rekor penampilan terbanyak dan di posisi ke-12 untuk pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah United. Rekor itu masih sangat mungkin diperbaikinya karena ia masih bermain sampai sekarang. Apapun yang terjadi, tidak ada satu orang pun yang bisa menyangkal Paul Scholes adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Manchester United.

Sammy McIlroy:

Sammy McIlroy Adalah winger asal irlandia utara. Ia pertama kali bergabung dengan United sebagai pemain amatir pada 1 Agustus 1969. Ia menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan United tahun 1971. Debut Sammy adalah salah satu debut paling berkesan dalam sejarah Manchester United, sering dianggap sebanding dengan debut pemain legendaris Ryan Giggs dan yang terakhir, Cristiano Ronaldo. Padahal tantangan yang dihadapinya cukup berat. Pada pertandingan pertamanya di tim senior ia harus tampil melawan musuh bebuyutan United, Manchester City, dalam partai derby di Maine Road. Pada pertandingan itu Sammy yang baru berusia 17 tahun langsung membuat penggemar MU jatuh cinta setelah membantu United menang dengan mencetak 1 gol dan 2 assist.
Meski melakukan debut yang luar biasa, Sammy tidak langsung mendapat tempat regular di tim inti United. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan pada 2 tahun pertamanya di tim senior.

Steve Burce:

Steve Burce adalah lulusan “Wallsend Boys Club”, akademi terkenal di Inggris yang telah menghasilkan pemain2 hebat seperti Alan Shearer, Peter Beardsley, juga pemain MU Michael Carrick. Meskipun demikian, ironisnya, pada umur 16 tahun Brucey ditolak oleh Newcastle United, Sunderland, Bolton Wanderers, Sheffield Wednesday, dan Southport karena dianggap mempunyai tubuh terlalu kecil. Akhirnya ia bergabung dengan klub kecil Gillingham sebelum dibeli seharga £135.000 oleh Norwich City tahun 1984. Bersama Norwich Brucey menjuarai Piala Liga 1985 dan juara Liga Divisi II 1986. Brucey juga penendang penalti yang handal untuk MU. Ia bahkan pernah menjadi top skorer klub di musim 1990-1991, mencetak 19 gol di semua kompetisi. Jumlah gol yang luar biasa untuk pemain belakang.

Denis Law:

Denis Law dalah seorang pencetak gol handal. Ia memiliki kecepatan, teknik, semangat, dan kecintaan tulus pada dunia yang digelutinya sehingga dianggap sebagai pahlawan United pada masanya.

Lou Macari:

Lou Macari pertama kali menarik perhatian klub2 Inggris saat bermain di Glasgow Celtic. Selama 10 tahun karirnya di sana ia memenangkan 2 Scottish Leage dan 2 Scottish Cup.
Lou hampir saja menjadi pemain Liverpool. Dalam usahanya mendekati Lou, manajer legendaris Liverpool Bill Shankly mengundang striker Skotlandia ini ke pertandingan Piala FA Liverpool vs Burnley di Anfield. Kebetulan sekali asisten manajer United saat itu, Pat Crerand, duduk di dekat mereka. Tahu bahwa Liverpool sedang mendekati Lou, Pat langsung membujuknya untuk bergabung dengan United saja. Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 20 Januari 1973, Lou resmi bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer £200.000. Karena satu dan lain hal Bill Shankly kemudian mengumumkan kepada media bahwa ia hanya berencana untuk menjadikan Lou pemain cadangan di Liverpool.

Nobby Stiles:

Nobby Stiles, putra asli Manchester kelahiran Collyhurst 18 May 1942 ini memulai debutnya pada Oktober 1960 melawan Bolton Wanderers. Meski baru barusia 18 tahun, penampilannya membuat Matt Busby sangat terkesan hingga menurunkannya dalam 31 pertandingan di musim itu.
Pada awal2 karirnya, setiap sebelum bertanding Matt Busby selalu memberikan sebuah instruksi sederhana kepadanya, “Norrie, pastikan lawan2mu tahu kalau kau ada di sana dalam 5 menit pertama”. Nasihat itu benar2 dijalankannya sehingga Nobby terkenal sebagai pemain tanpa kompromi dengan tackling keras yang mampu mendobrak permainan lawan, namun juga dilengkapi dengan passing dan kreativitas yang memadai sehingga kerap memberikan umpan2 matang untuk lini depan United yang ditempati “Holy Trinity” Bobby Charlton, Denis Law, dan George Best. Ia turut membantu United menjadi juara Liga Inggris tahun 1965 dan 1967.

Steve Coppell:

Steve Coppell adalah salah satu pemain MU paling menonjol di masa akhir 70-an dan awal 80-an. Pemain sayap kanan ini memegang rekor (di MU) bermain pada 206 pertandingan berturut2, rekor yang belum terpecahkan sampai sekarang dan mungkin akan sulit dipecahkan oleh pemain manapun karena di masa sekarang hampir semua tim menerapkan sistem rotasi pemain.

David Robert:

David Robert Joseph Beckham (lahir di Leytonstone, London, 2 Mei 1975; umur 35 tahun) adalah seorang pesepak bola Inggris yang sejak 1 Juli 2007 memperkuat LA Galaxy di Major League Soccer di Amerika Serikat. Sebelumnya ia pernah bermain di Manchester United dan Real Madrid. Ia memulai karier sepak bolanya di akademi sepak bola milik Manchester United. Beckham mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung, kemampuan yang mirip dengan rekan setimnya di AC Milan, Andrea Pirlo yang juga mahir tendangan bebas. Istrinya adalah Victoria Beckham, mantan personil grup musik Spice Girls.

Allenby Chilton:

Allenby Chilton adalah salah satu pemain yang berjasa membawa Manchester United menjuarai Piala FA 1948, Liga Inggris 1951/52, dan sempat memegang rekor sebagai penampil terbanyak (secara berturut2) di klub. Sebagai seorang yang hampir saja memilih karir sebagai petinju dibanding pesepakbola profesional dan kehilangan tahun2 masa keemasannya akibat Perang Dunia II, prestasi Chilton cukup mengagumkan.

Ole Gunner Solksjaer:

Ole Gunnar Solksjaer (lahir di Norwegia, 26 Februari 1973; umur 37 tahun) adalah seorang pemain sepak bola Norwegia. Ole merupakan penyerang asal klub molde Fk merupakan salah satu pemain yang penting di Man United. Walaupun duduk di bangku cadangan, tapi jika diturunkan pasti akan jadi penentu. julukannya adalah Super Sub

Seamus ‘Shay’ Brennan:

Seamus “Shay” Brennan adalah salah satu anggota tim yang memenangkan Piala Champions pertama bagi Manchester United tahun 1968. Shay, putra asli Manchester, adalah produk akademi sepakbola MU. Ia memulai karir sebagai penyerang, turut membantu tim yunior MU memenangkan FA Youth Cup 1955. Debutnya di tim senior dimulai pasca tragedi Munich dimana ia bermain di posisi kiri-luar.

Stan Pearson:

Stan Pearson adalah orang Manchester asli, lahir di Salford, Manchester, 11 Januari 1919. Bakatnya pertama kali ditemukan oleh pencari bakat legendaris MU Louis Rocca. Stan mulai bergabung dengan MU sebagai pemain amatir pada tanggal 1 Desember 1935. Stan menandatangani kontrak profesionalnya yang pertama dengan MU pada Mei 1937. Ia hanya membutuhkan waktu 6 bulan untuk masuk ke tim utama, namun perjalanan karirnya harus terganggu akibat pecahnya Perang Dunia II. Selama 6 tahun liga sepakbola di Inggris ditiadakan, sementara ia sendiri harus menjalani wajib militer.

Johny Carey:

Bakat Johnny Carey pertama kali ditemukan oleh pencari bakat Billy Behan ketika bermain untuk klub kecil St. James’ Gate, dan akhirnya dibeli United seharga £250. Ia adalah pemain di posisi kiri-dalam, bersaing dengan Stan Pearson yang bermain di posisi yang sama. Ia melakukan debutnya pada usia 17 tahun pada pertandingan melawan Southampton di Old Trafford.

Billy Meredith:

Billy Meredith lahir di Chirk, Wales, tahun 1874. Ia memulai karir di Manchester City tahun 1894, membawa mereka menjuarai Divisi II Liga Inggris tahun 1899 dan 1903, dan Piala FA 1904. Tapi tahun 1905 ia terlibat dalam kontroversi setelah dituduh menyuap pemain Aston Villa Aleo Leake sebesar £10 untuk menyerah dalam pertandingan – ia mengaku tidak bersalah dalam kasus itu.

David Sadler:

Ia mungkin tidak seterkenal Best atau Charlton, tapi fans Setan Merah pada masanya tidak akan melupakan jasa David Sadler membuat assist kepada Charlton sehingga berhasil mencetak gol pertama United di final Liga Champions 1968. Pada saat itu ia baru berusia 22 tahun.

George Wall:

Ryan Giggs boleh menjadi sayap kiri andalan Manchester United selama lebih dari 10 tahun, tapi 100 tahun yang lalu itu wilayah itu adalah milik George Wall. Ia adalah bagian dari tim sukses United yang pertama, mempersembahkan 4 gelar untuk United sebelum Perang Dunia I mengganggu karirnya.

Charles ‘Charlie Roberts:

Charles “Charlie” Roberts adalah salah satu kapten paling berpengaruh sepanjang sejarah Manchester United, setingkat dengan Johnny Carey, Bryan Robson, Eric Cantona, dan Roy Keane. Ia adalah salah satu bek tengah terbaik pada masanya, membawa United menjuarai Liga Inggris 1908 -piala pertama yang pernah dimenangkan United- dan 1911, juga memenangkan Piala FA 1909.

Dennis Viollet:

Banyak penyerang hebat telah bermain untuk Manchester United, tapi tidak seorang pun mampu mengalahkan rekor 32 gol (di Liga Inggris) yang dicetak Dennis Viollet musim 1959/60, bahkan tidak Cristiano Ronaldo (31 gol Liga Inggris musim 2007/08) sekalipun.

Roger Byrne:

Roger Byrne akan selalu ada dalam daftar kapten2 terhebat Manchester United sejajar dengan Roy Keane, Bryan Robson, dan Johnny Carey. Roger adalah salah satu pemain belakang terbaik sepanjang sejarah United. Ia ditunjuk sebagai kapten sejak 1953 menggantikan Johnny Carey yang pensiun. Ia adalah figur ayah bagi “The Busby Babes”, selalu berani mengungkapkan pendapatnya termasuk kepada Sir Matt Busby!

Paul Ince:

Meskipun gelandang kontroversial ini sering dicerca karena memutuskan untuk bergabung dengan Liverpool hanya berselang 2 tahun sejak keluar dari Manchester United, peran Paul Ince selama mengabdi di Old Trafford tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Selama 6 tahun karirnya bersama United ia mempersembahkan 2 juara Liga Inggris, 2 Piala FA, 1 Piala Liga, dan 1 Piala Winners.

Johnny Berry:

Johnny Berry adalah salah satu winger hebat yang pernah bermain untuk Manchester United, bisa disejajarkan dengan Billy Meredith, George Best, Gordon Hill, Ryan Giggs, dan yang terkini Cristiano Ronaldo.

Andy Cole:

Banyak fans MU kecewa ketika Sir Alex Ferguson lebih memilih membeli Andy Cole dibandingkan striker Nottingham Forest, Stan Collimore pada transfer window Januari 1995, tapi Cole segera menjawab semua keraguan atas dirinya dengan secara konsisten mencetak 1 gol setiap 2 pertandingan – statistik yang tidak pernah disaksikan publik Old Trafford sejak masa keemasan Denis Law.

Norman Whiteside:

Bakat Norman Whiteside pertama kali ditemukan di Belfast, Irlandia oleh Bob Bishop, pencari bakat yang juga menemukan pemain legendaris George Best. Ia menandatangani kontrak dengan United bulan September 1978, dan ikut berperan dalam kemenangan tim yunior United atas Watford di final FA Youth Cup bersama Mark Hughes.

David Herd:

Hanya sedikit penyerang Setan Merah (setelah Perang Dunia II) yang punya rasio mencetak gol lebih baik dari David Herd. Selama 7 tahun karirnya di Manchester United ia mencetak 145 gol dari 265 pertandingan; berarti rata2 ia mencetak 1,8 gol di setiap pertandingan.

Harry Gregg:

Harry Gregg adalah pahlawan Manchester United di dalam maupun di luar lapangan. Ia adalah salah satu dari sedikit orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di Munich 6 Februari 1958. Hanya beberapa saat setelah kecelakaan, mendapati dirinya hanya cidera ringan Gregg berlari kembali ke puing2 reruntuhan pesawat; berhasil menyelamatkan bayi berumur 20 bulan, seorang wanita hamil, dan Sir Matt Busby!

Ruud Van Nistelrooy:

Ruud Van Nistelrooy adalah mesin gol yang sangat produktif dimanapun ia bermain. Ia pertama kali menarik perhatian klub2 besar termasuk Manchester United ketika mencetak 60 gol dalam 2 musim di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven. Meskipun akhirnya setuju bergabung dengan United, Sir Alex Ferguson harus bersabar mendapatkannya. Sedemikian inginnya Sir Alex mendapatkan Ruud, ia terus melakukan kontak selama setahun ketika Ruud mengalami cidera dalam latihan dengan PSV. Ketika United menawar Ruud secara resmi bulan April 2000, ia malah gagal dalam tes fisik karena cidera yang dideritanya. Ruud akhirnya menandatangani kontraknya dengan United 23 April 2001 dengan transfer senilai £19 juta.

Paul McGrath:

Paul McGrath lahir di Ealing, London, namun sejak kecil tinggal di Irlandia. Ia pertama kali memulai karirnya sebagai pemain semi-profesional pada usia 20 tahun di klub kecil Dun Laoghaire. Bakatnya baru mulai diperhatikan klub2 daratan Inggris sejak ia bermain untuk St. Patrick’s Athletic di Dublin, Irlandia. Salah satu dari pencari bakat yang tertarik dengannya adalah mantan pencari bakat United Billy Behan yang kemudian menginformasikan temuannya kepada manajer United saat itu, Ron Atkinson. McGrath akhirnya resmi bergabung dengan United pada bulan April 1982 dengan transfer senilai £30.000, disebut2 sebagai salah satu pembelian terbaik yang pernah dilakukan Atkinson.

Tommy Talyor:

Tommy Taylor sering dianggap oleh orang2 yang pernah menyaksikannya sebagai penyerang terhebat yang pernah tampil untuk Manchester United dan Inggris. Statistik gol yang dibuatnya sangat menakjubkan. Dari 191 kali tampil untuk United Taylor berhasil mencetak 131 gol. Dari 19 kali tampil untuk tim nasional Inggris ia mencetak 16 gol. Itu berarti selama karirnya rata2 Taylor mencetak 2 gol setiap 3 pertandingan. Rekor luar biasa yang sampai saat ini belum terpecahkan oleh pemain manapun di dunia. Bahkan legenda Spanyol dan Real Madrid Alfredo Di Stefano pun menjulukinya “El Magnifico”.

Eric Cantona:

“Le Roi”, “Le Dieu”, “The King”, “The God”, “Sang Raja”, “Sang Dewa”. Apapun julukannya, penyerang kelahiran Perancis ini seolah ditakdirkan untuk bermain dan menjadi legenda Manchester United.
Pemain yang di Perancis dijuluki “Enfant Terrible” atau “Si Anak Nakal” ini sempat secara mengejutkan mengumumkan “pensiun” pada usia 25 tahun setelah sukses menjuarai Liga Perancis 1991 bersama Marseille. Hanya beberapa saat kemudian ia ditemukan tengah melakukan trial di Sheffield Wednesday oleh Howard Wilkinson yang kemudian membawanya ke Leeds United. Pada musim perdananya Cantona sukses membawa Leeds United menjuarai Liga Inggris 1991/92. Awal musim 1992/93 Cantona mencetak hat-trick pada pertandingan Community Shield melawan Liverpool. Sangat mengherankan 6 bulan kemudian bos2 Leeds menyetujui tawaran Alex Ferguson untuk membelinya, senilai “hanya” 1,2 juta Poundsterling!

Duncan Edwards:

Duncan Edwards meninggal dalam kecelakaan pesawat di Munich 6 Februari 1958 pada usia 21 tahun, menyebabkan pemain muda berbakat yang dijuluki “pemain paling lengkap di daratan Inggris – bahkan mungkin di dunia” oleh Sir Matt Busby ini tidak pernah punya kesempatan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Joe Cassidy:

Seperti Eric Cantona pada musim 1992/93, kedatangan Joe Cassidy tahun 1983 adalah pembelian di tengah musim yang terbukti krusial. Perbedaannya, bila “King” Eric membantu Alex Ferguson menjuarai Liga Inggris, striker Skotlandia ini datang menyelamatkan United -yang pada saat itu masih memakai nama “Newton Heath”- dari jurang degradasi. Setelah tugasnya selesai, Cassidy kembali membela Celtic selama 2 tahun sebelum bergabung kembali dengan Newton Heath tahun 1895. Lihat berita bola selengkapnya di http://bimbampersians.com/

Sebagai Juventini pasti tahu siapa-siapa saja nama para legendanya,terutama mereka yang telah loyal dan memberikan kontribusi besar terhadap klub,berikut ini sayaakan coba sajikan beberapa legenda Juventus terbaik menurut versi saya.

1.Alessandro Del Piero

delpiero

Tak berlebihan rasanya jika saya menyematkan dia di urutan pertama,kontribusinya bersama I Bianconeri.Ale telah mencetak 289 gol dari 7854 penampilan bersama Bianconeri,dia juga adalah bagian dari skuad Juara Dunia 2006 Tim Nasional Italia.

2.Antonio Conte
Layak dikedepankan sebagai sosok utama dalam Scudetto ke-28 Juventus. Sosok yang diangkat sebagai pelatih Juventus di awal musim 2011/2012 langsung menghadirkan trofi Serie A di tahun perdananya. Pria kelahiran Lecce, 31 Juli 1969 ini merupakan eks punggawa Juventus dalam kurun waktu 1991 hingga 2004. Sewaktu memperkuat Juventus, Conte menjadi sosok gelandang tangguh dan dianggap sebagai salah satu pemain paling berpengaruh sepanjang sejarah Bianconeri.

3.Michel Platini
Merupakan salah satu pesepak bola terbaik di dunia sepanjang sejarah. Bergabung bersama Juventus pada 1982, Platini berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik di masa itu.

Legenda asal Perancis tersebut pun dua kali dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or pada 1984 dan 1985, pemain pertama yang melakukannya sejak penghargaan tresebut pertama kali diberikan pada 1982. Wajar, selama 5 musim memperkuat Bianconeri, Platini telah menghadirkan 2 Scudetti (1984, 1986), Coppa Italia (1983), Piala Winner (1984), Piala Interkontinental (1985), Piala Super Eropa (1984). Platini sendiri kemudian pensiun sebagai pemain sepak bola bersama Juventus pada 1987. Bersama Juventus di Serie A, Platini telah mencicipi 147 caps dan 68 gol.

4.Dino Zoff
tak terlepaskan dari sejarah Juventus. Kiper peringkat tiga terbaik abad ke-20 versi IFFHS ini meraih 6 scudetti bersama Juventus (1973, 1975, 1977, 1978, 1981, 1982), 2 Coppa italia (1979, 1983), serta satu Piala UEFA (1977). Zoff pun pernah tercatat sebagai pemain tertua dan terbanyak tampil di Serie A (570 pertandingan) sebelum akhirnya rekor tersebut dipecahkan oleh Marco Ballota dan Paolo Maldini. Zoff memperkuat Juventus pada rentang 1972 hingga pnsiun pada 1983 dengan 330 penampilan di Serie A.

5.Gianluigi Buffon
Tidak diragukan lagi menjadi calon legenda Juventus. Pemain yang mengawali karirnya bersama Parma tersebut berkembang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia saat ini. Terakhir, kiper yang dianugerahi gelar Kiper Terbaik Serie A delapan kali tersebut berhasil membawa Juventus meraih scudetto 2011/2012. Sejak didatangkan Juventus dari Parma pada 2001, Buffon menjadi sosok yang tak tergantikan di bawah mistar gawang Juventus.

Pemain yang mendapat julukan Superman tersebut telah menghadirkan tiga scudetti bagi Juventus (2002, 2003, 2012), belum termasuk 2 scudetti yang dicabut. Buffon pun bersama Alessandro Del Piero, David Trezeguet dan Pavel Nedved pun tetap setia di Delle Alpi ketika Juventus didegradasi ke Serie B. Hingga saat ini, kiper yang membawa Italia menjadi juara Piala Dunia 2006 tersebut telah mengantungi 324 caps bersama Juventus.

6.Pavel Nedved
didatangkan Juventus dari Lazio pada bursa transfer musim panas 2001 untuk menggantikan Zinedine Zidane yang dilepas Juventus ke Real Madrid. Sosok asal Republik Ceko tersebut pun menjawab keraguan publik Delle Alpi. Eks pemain kelahiran 30 Agustus 1972 tersebut menghadirkan trofi scudetto di musim debutnya bersama La Vecchia Signora. Semusim berselang, 2002/2003, eks pemain yang dijuluki Furia Cieca oleh tifosi Juventus tersebut kembali menghadirkan scudetti kedua di tahun keduanya di Delle Alpi.

Pada tahun yang sama, Nedved juga berhasil membawa Juventus ke final Liga Champions di Old Trafford. Nedved sendiri tidak bermain di babak final akibat akumulasi kartu kuning. Meskipun gagal membawa Juventus meraih trofi Liga Champions, Nedved dinobatkan sebagai Pesepakbola Eropa Terbaik 2003. Selain trofi scudetto (2001/2002 dan 2002/2003), Sosok yang tetap bertahan di skuad Bianconeri meskipun terdegradasi ke Serie B tersebut juga menghadirkan trofi Super Coppa Italia di tahun yang sama

7.Ciro Ferarra
merupakan salah satu bek terbaik yang pernah bermain untuk Juventus. Sosok yang sempat melatih Juventus pada musim 2010/2011 tersebut merupakan salah satu pilar penting Juventus di dekade 90-an. Ferrara mengawali karir sepak bolanya bersama Napoli.

Sepuluh musim bersama Napoli, Ferrara kemudian hijrah ke Juventus pada 1994. Total 40 penampilan dan satu gol dicapai Ferrara di musim perdananya bersama Juventus. Ferrara pun pernah tercacat sebagai kapten Juventus pada rentang 1995 hingga 1996. Sosok kelahiran 11 Februari 1967 ini kemudian berhasil menghadirkan 6 scudetti bagi Juventus, selain 1 Coppa Italia, 2 Supercoppa Italia, Liga Champions, Piala Uefa, Piala Interkontinental, dan Piala Super Eropa. Deretan prestasi tersebut pun membuatnya dianggap sebagai salah satu bek terbaik di dunia pada eranya.

8.Zinedine Zidane
Memang kiprahnya singkat bersama Juventus,namun dalam kiprah yang singkata itulah sang gelandang plontos asala Prancis ini telah menyumbangkankan  31 gol dari 313 penampilan bersama La Vecchia Signora,lalu dia ditransfer ke Real Madrid pada Musim 2000-2001.

9.Paolo Montero
Dikenang sebagai benteng pertahanan Juventus pada 1996 hingga 2005. Selain dikenal sebagai sosok bek tangguh, pria asal Uruguay tersebut juga dikenal sebagai sosok pemain yang tenang saat mengawal jantung pertahanan. Eks pemain yang fasih bermain di sentral dan kiri pertahanan tersebut juga dikenal sebagai pemain langganan kartu merah akibat dari gaya bermainnya yang cenderung keras.

Eks pemain yang mengakhiri karirnya bersama klub Uruguay, Penarol pada 2007 itu merupakan pemain yang menerima kartu merah terbanyak di Serie A.

Namun, eks pemain yang didatangkan Juventus dari Atalanta tersebut berhasil menghadirkan empat scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), dua gelar Coppa Italia (2002 dan 2004), tiga gelar Super Coppa Italia (1997, 2002, 2003), Piala Super Erropa (1996), Piala Interkontinental (1996), serta satu Piala Intertoto (1999).

10.Gianluca Pessoto.
Bergabung dengan Juventus pada 1995. Kehadiran Pessoto membantu Juventus menghadirkan sebutan tim dengan pertahanan terkuat. Selama 12 tahun karirnya di Juventus (1995-2006), eks bek tangguh itu telah mengoleksi 250 caps dan dua gol.

Sepanjang karirnya, eks pemain kelahiran 11 Agustus 1970 itu telah menyumbangkan 4 scudetti (1997, 1998, 2002, 2003), 1 Coppa Italia (1995), 4 Super Coppa Italia (1995, 1997, 2002, 2003), Liga Champions (1996), Piala Super Eropa (1996), Piala Interkontinental (1996), serta Piala Intertoto (1999).

Dan sebetulnya masih banyak lagi Legenda – Legenda Juventus yang terbaik yang belum saya utarakan,tanpa mengesampingkan yang lain